Pelatihan EI

Pernahkan kita berdiskusi dengan rekan kerja, atasan atau bawahan yang terjadi adalah situasi yang sudah buruk menjadi semakin buruk? Impulsive? Tidak bisa mengendalikan emosinya? Atau emosinya berlebihan dan meletup-letup. Itu adalah tanda-tanda orang dengan Emotional Intelligence rendah. Di tempat kerja, banyak kegagalan dalam komunikasi karena rendahnya Emotional Intelligence (EI) ini.

Penelitian dari “The Center for Creative Leadership” pada tahun 1994 menemukan bahwa 75% orang-orang yang berkarir telah gagal/dipecat dimana hal ini berhubungan dengan kompetensi pengendalian emosi, termasuk kemampuan menangani masalah interpersonal, kekurangpuasan dalam menangani konflik dalam team, ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan atau penurunan kepercayaan (trust).

Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai salah satu sekolah dengan lulusan terbaik di Indonesia sadar betul akan hal ini. Selain lulusan ITB memiliki kemampuan IQ yang bagus, mereka juga dibekali dengan EI yang bagus pula. ITB lewat Career Development Center (CDC), secara rutin melakukan pengembangan kepada para mahasiswanya untuk siap di dunia kerja. Kali ini, CDC bekerja sama dengan D&D Consulting-Career Grooming, mengadakan pelatihan EI pada tanggal 01 Oktober 2016, di Gedung Kuliah Umum-Timur. Materi pelatihan meliputi : Pengenalan emosi diri sendiri secara akurat, pembekalan mahasiswa tentang Emotional Intelligence (Bradberry-Graves; Goleman), serta manfaatnya untuk menunjang kesuksesan, memahami fungsi EI yang sangat penting dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks, bagaimana meningkatkan EI, serta mampu melakukan penyesuaian reaksi terhadap berbagai situasi yang berbeda, untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Peserta pelatihan adalah para mahasiswa ITB, baik yang masih menempuh kuliah, yang sudah tamat, dan juga beberapa mahasiswa S2. Pelatihan dimulai pada pk 09.00 sampai 12.00, namun karena banyak peserta yang ingin mengetahui EI masing-masing, maka di akhir sesi diteruskan dengan self assessment sampai pk 13:00. Peserta diminta mengisi quiz sebanyak 40 pertanyaan sederhana. Pertanyaan tersebut merujuk terhadap metoda Bradberry-Graves, dimana EI dikategorikan menjadi 4 core intelligence skills (Self Awareness, Social Awareness, Self Management dan Relationship Management). Assessment ini bertujuan untuk mengetahui intelligence skill mana, perlu dikembangkan, dan mana sudah sesuai. Hasil dari Self assessment tersebut juga langsung bisa diketahui oleh masing-masing peserta.

Selama pelatihan, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan seputar apa persiapan yang dilakukan sebelum interview, bagaimana mengatasi masalah dengan rekan kerja yang tidak support / menyebalkan, apakah first impression itu penting saat proses interview? Bagaimana mengungkapkan kekurang setujuan terhadap bos tanpa menyinggung, atau menolak secara halus?

Pada akhir sesipun, beberapa mahasiswa masih perlu berdiskusi lebih lanjut tentang problem-problem yang mereka hadapi. Namun, secara umum, mereka sangat menyadari pentingnya pengetahuan tentang bagaimana melakukan pengenalan diri sendiri secara akurat, juga berempati dengan orang lain, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, serta influencing mereka.

 

(c) Kadek Budiawan ST, 2016